Pagi ini hujan lagi, padahal sudah dua hari nggak hujan.
Papanya anak-anak mulai mengeluhkan musim hujan yang belum berakhir meskipun bulan Maret sudah hampir habis. "Yah.... ntar kalau panas terus, pengennya cepet ada hujan", aku menjawab keluhannya. "Ah, dikota mana ada orang yang suka hujan! Kalau didesa mungkin orang nunggu hujan karena mau bertanam", balasnya lagi. He..he...bener juga kali ya...
Hujan dikota malah bikin banjir, macet, cucian nggak kering. Kalau pakai istilah Cinta Laura.... mana hujan, nggak ada ojek, becek.....(anakku Vincent pasti ketawa kalau dengar kata-kata itu) Tapi buat aku, musim hujan lumayan enak untuk dinikmati. Matahari nggak terlalu terik, udara adem dan nggak berdebu. Jadi nggak bikin item kulit. Asal nggak kehujanan dijalan, musim hujan enak-enak aja buatku. Paling-paling cucian jadi lebih banyak dan lebih lama kering.
Jumat, 28 Maret 2008
Selasa, 18 Maret 2008
Latihan Musik
Dua orang putraku Jerry (11 tahun) dan Vincent (8 tahun) aktif ikut kursus musik. Jerry latihan keyboard, Vincent latihan gitar. Keduanya ikut kursus di Purwacaraka Bekasi Timur.
Persoalan terbesar adalah memotivasi keduanya untuk terus bersemangat berlatih di rumah meningkatkan kemampuannya. Dari kemampuan bermusiknya kelihatan kalau keduanya sebetulnya punya bakat. Vincent bisa memainkan gitarnya walaupun gitar yang dipakainya adalah gitar besar yang untuk orang dewasa. Hanya kadang-kadang karena tangannya belum cukup besar menggenggam leher gitar dia kesulitan menekan dengan baik. Dia dengan cepat sudah bisa membaca not balok dan memainkan ke gitarnya. Jerry juga begitu, dia bisa dengan cepat mengikuti instruksi pelatihnya.
Tapi tentu perlu latihan lebih untuk meningkatkan skill agar bisa cepat menyatukan alat musik dengan rasa. Ketika belum menyatu, bermain musik akan terlihat seperti robot. Mekanis. Selain menyatu dengan rasa, tentu perlu kemampuan melakukan variasi-variasi.
Dalam kesehariannya kelihatannya keduanya jauh lebih terpikat dengan kegiatan bermain. Jerry begitu tergila-gila dengan main futsal sementara Vincent senang bermain kejar-kejaran. Berlatih musik kurang begitu menarik buat mereka. Tapi keduanya tak mau juga ketika ditawarkan berhenti kursus.
Aku terkadang cemburu melihat anak-anak sebaya mereka yang sudah fasih memainkan alat musik. Tampil di TV dll.
Nasihat yang selalu kami sampaikan ke mereka untuk memotivasi adalah :"Jumlah manusia di jagat ini 1 milyar lebih. Sebagian sangat besar adalah manusia-manusia biasa-biasa saja. Kita harus berupaya dan berlatih lebih untuk menjadi orang tidak biasa-biasa saja. Karena dunia hanya mengakui orang-orang spesial".
Aku sering juga mendengar kisah-kisah orang-orang yang pada suatu periode hidupnya, enggan menekuni sesuatu tapi pada perioda lain bisa tergila-gila. Aku tak tau apa yang memicu orang bisa tergila-gila. Aku cuma ingin Anak-anak ku punya sesuatu yang mereka gila-gilai. Sesuatu yan positif tentunya. Karena dengan menggilai maka sesuatu akan dapat dikerjakan ke tingkat tertinggi. Entah itu musik, olah raga, sains, sosial ... apappun. Persoalan terbesar adalah terus-menerus memotivasi pada setiap bidang yang digeluti. Sebagai orang tua .... kami melihat diri sebagai motivator. Tapi seringkali motivator juga butuh motivator lagi.
Tuhan ... kami ingin terus menjadi lebih baik dalam bidang apapun yang kami geluti ... berkati upaya kami.
Persoalan terbesar adalah memotivasi keduanya untuk terus bersemangat berlatih di rumah meningkatkan kemampuannya. Dari kemampuan bermusiknya kelihatan kalau keduanya sebetulnya punya bakat. Vincent bisa memainkan gitarnya walaupun gitar yang dipakainya adalah gitar besar yang untuk orang dewasa. Hanya kadang-kadang karena tangannya belum cukup besar menggenggam leher gitar dia kesulitan menekan dengan baik. Dia dengan cepat sudah bisa membaca not balok dan memainkan ke gitarnya. Jerry juga begitu, dia bisa dengan cepat mengikuti instruksi pelatihnya.
Tapi tentu perlu latihan lebih untuk meningkatkan skill agar bisa cepat menyatukan alat musik dengan rasa. Ketika belum menyatu, bermain musik akan terlihat seperti robot. Mekanis. Selain menyatu dengan rasa, tentu perlu kemampuan melakukan variasi-variasi.
Dalam kesehariannya kelihatannya keduanya jauh lebih terpikat dengan kegiatan bermain. Jerry begitu tergila-gila dengan main futsal sementara Vincent senang bermain kejar-kejaran. Berlatih musik kurang begitu menarik buat mereka. Tapi keduanya tak mau juga ketika ditawarkan berhenti kursus.
Aku terkadang cemburu melihat anak-anak sebaya mereka yang sudah fasih memainkan alat musik. Tampil di TV dll.
Nasihat yang selalu kami sampaikan ke mereka untuk memotivasi adalah :"Jumlah manusia di jagat ini 1 milyar lebih. Sebagian sangat besar adalah manusia-manusia biasa-biasa saja. Kita harus berupaya dan berlatih lebih untuk menjadi orang tidak biasa-biasa saja. Karena dunia hanya mengakui orang-orang spesial".
Aku sering juga mendengar kisah-kisah orang-orang yang pada suatu periode hidupnya, enggan menekuni sesuatu tapi pada perioda lain bisa tergila-gila. Aku tak tau apa yang memicu orang bisa tergila-gila. Aku cuma ingin Anak-anak ku punya sesuatu yang mereka gila-gilai. Sesuatu yan positif tentunya. Karena dengan menggilai maka sesuatu akan dapat dikerjakan ke tingkat tertinggi. Entah itu musik, olah raga, sains, sosial ... apappun. Persoalan terbesar adalah terus-menerus memotivasi pada setiap bidang yang digeluti. Sebagai orang tua .... kami melihat diri sebagai motivator. Tapi seringkali motivator juga butuh motivator lagi.
Tuhan ... kami ingin terus menjadi lebih baik dalam bidang apapun yang kami geluti ... berkati upaya kami.
Jumat, 07 Maret 2008
Gong ..... mulai ....
Mulai hari ini aku akan membuat jejak di dunia maya. Dunia ... paling tidak bisa menemui saya di sini. Melihat ide-ide, kehidupan, pikiran dan kreasi saya di sini.
Hello world
Salam
Hello world
Salam
Langganan:
Komentar (Atom)